Minggu, 05 Juli 2015

tinggal kenangan



Awal pertama kami berjuang,.. banyak halangan, hambatan rintangan yang kami lakukan bersama-sama,, canda tawa, sedih, bahkan kami menangis, kami lakukan dengan hati yang iklas, kami berjuang dengan satu tujuan yaitu demi meraih masa depan, kami tidak hirau kan ocehan orang, ceemooh orang,, bahkan disindir, karna kami yakin dengan tujuan kami yaitu hidup untuk sukses, kemana pun kami lakukan bersama, kami menghabiskan waktu bersama, senang bersama, berjuang bersama, awal kami menjalani perjuanhg ber empat, entah kanapa diantari kami ada yang tidak mau berjuang bersama-sama, kami pun memilih jalan nya masing-masing, tinggal kami berdua aja yang masih berjuang, kami tekat maraih impian dengan berjuang di sini, dan kami ingin membahagiakan orang tua kami, kami berjuang tidak memandang lelah letih nya, kami berjuang dengan satu tujuan yaitu ingin sukses bersama sama, banyak kejadian yang kami lalui, nggak punya uang, jalan kami, kehabisan besin bahkan kami tidak punya apa-apa, tapi kami tetap ingin berjuang dengan satu tujuan yaitu ingin sukses bersama-sama dan ingin mengangkat derajat orang tua kami.
Kami yakin kami pasti sukses di sini karna kami orang nya optimis tidak menghirau kan sindiran orang, tidak menghiraukan ocehan orang karena kami yakin pada pendirian kami, salah satu kawan saya sangat baik sama saya, dia sering mengajari saya cara menapat kenalan buat di jadikan rekan kerja, jemput saya buat berjuang bersama-sama, dia tidak pernah peritungan sama saya, dia sangat tulus membantu saya, kadal saya malu juga sama dia, karna selalu baik sama saya.
Hari demi harikami lalui bersama-sama, kami berjuang tidak pandang lelah, mau itu panas mau itu hujan kami tetap berjuang demi meraih masa depan kami, sering kali kami tidak dapat hasil tapi kami  salalu optimis apapun yang akan terjadi nanti tapi kami tetap yakin kami akan berasil disini, kemana ada dia pasti ada aku, dimana ada aku pasti ada dia.
Saya anggap dia bukan sekedar sahabat bahkan udah saya anggap sebagai saudara, dia bisa mengerti saya, ini adalah awal dari karir saya, ini adalah awal dari kesuksesan kami, maga apa yang kami impikan terjadi amin,…
***********************************************************
Saya kesal sama dia kenapa dia begini sama saya, saya menaruh harapan besar sama dia, saya pesan buat teman-teman yang lain jangan menaruh harapan kepada orang kearena belum tetntu orang itu baik yang kalian kenal, kenapa dia seperti ini, kenapa dia tega, padahal dia sudahnaku anggap sebagai saudara sendiri, semua orang butuh uang tapi bukan gini cara nya, apa pun yang terjadi untuk yang satu ini saya tidak akan terima, tidak akan pernah ridho sampai kapan pun, saya nggak iklas sedikit pun, saya kesal saya nggak nyangka sama dia, kenapa orang yang saya kenal di gitu sama diadipisah kan untuk saya berjuang bersama-sama, semua nya butuh rekan bisnis tapi nggak gini cara nya, aku nggak iklas, nggak ridho kalau orang yang saya kenal di pisah kan sama saya, sumpah demi allah saya nggak iklas sampai kapan pun.
Orang yang saya anggap malaikat berwujud manusia ternyata bukan malaikat yang menolong aku dengan yang saya impikan, ternyata harapan saya hilang seketika saya tau kalau ternyata dia mempunyai rencana sendiri,saya nggak semangat lagi berjuang disini dikarna kan ulah dia, kesal rasa nya, licik bangat cara nya melakukan aku seperti ini, kenapa orang yang selalu saya anggap baik, berhati malaikat membuat saya seperti ini, apa salah saya, aku nggak iklas kalau orang yang saya kenal di pisah kan sama saya, sampai kapan pun saya nggak akan iklas, kesal sekali saya sam dia, bahkan dia berlaga gimana, padahal saya udah anggap dia sebagai saudara saya sendiri, sekarang setalah saya cerita apa saya keluh kan selama ini dia malah balik menyalah saya, sumpah demi allah saya tidak nyangka sama sekali sama dia.

Kini dia sitiap melihat saya dia pun selalu menghindar,, aku slalu bertanya dalam hati ku apa sebanar nya salah terbesar saya,, saya pun bingung sekarang,, selain masalah bisnis nggak ada masalah yang lain,, seandai nya saya bisa memutar kembali waktu saya tidak ingin bergabung berbisnis,, kadang saya slalu ingat masa-masa perjuangan saya sama dia,, di mana kami slalu berjanda,, tertawa,, bahkan sedih pun telah kami halami bersama,, kini cuma tinggal kenangan yang tak bisa terlupakan,, kadang saya bingung mau menyelaskan tentang persahabatan kami sama orang yang kenal sama kami,, apa yang seharus nya aku lakukan,, bingung sebenar bingung,, mau cerita sma teman-teman takut ntar jadi masalah,, tidak tau juga masalah nya,, apa yang seharus nya aku buat....-