Awal pertama kami berjuang,..
banyak halangan, hambatan rintangan yang kami lakukan bersama-sama,, canda
tawa, sedih, bahkan kami menangis, kami lakukan dengan hati yang iklas, kami
berjuang dengan satu tujuan yaitu demi meraih masa depan, kami tidak hirau kan
ocehan orang, ceemooh orang,, bahkan disindir, karna kami yakin dengan tujuan
kami yaitu hidup untuk sukses, kemana pun kami lakukan bersama, kami
menghabiskan waktu bersama, senang bersama, berjuang bersama, awal kami
menjalani perjuanhg ber empat, entah kanapa diantari kami ada yang tidak mau
berjuang bersama-sama, kami pun memilih jalan nya masing-masing, tinggal kami
berdua aja yang masih berjuang, kami tekat maraih impian dengan berjuang di
sini, dan kami ingin membahagiakan orang tua kami, kami berjuang tidak
memandang lelah letih nya, kami berjuang dengan satu tujuan yaitu ingin sukses
bersama sama, banyak kejadian yang kami lalui, nggak punya uang, jalan kami,
kehabisan besin bahkan kami tidak punya apa-apa, tapi kami tetap ingin berjuang
dengan satu tujuan yaitu ingin sukses bersama-sama dan ingin mengangkat derajat
orang tua kami.
Kami yakin kami pasti sukses di
sini karna kami orang nya optimis tidak menghirau kan sindiran orang, tidak
menghiraukan ocehan orang karena kami yakin pada pendirian kami, salah satu
kawan saya sangat baik sama saya, dia sering mengajari saya cara menapat
kenalan buat di jadikan rekan kerja, jemput saya buat berjuang bersama-sama,
dia tidak pernah peritungan sama saya, dia sangat tulus membantu saya, kadal
saya malu juga sama dia, karna selalu baik sama saya.
Hari demi harikami lalui
bersama-sama, kami berjuang tidak pandang lelah, mau itu panas mau itu hujan
kami tetap berjuang demi meraih masa depan kami, sering kali kami tidak dapat
hasil tapi kami salalu optimis apapun
yang akan terjadi nanti tapi kami tetap yakin kami akan berasil disini, kemana
ada dia pasti ada aku, dimana ada aku pasti ada dia.
Saya anggap dia bukan sekedar
sahabat bahkan udah saya anggap sebagai saudara, dia bisa mengerti saya, ini
adalah awal dari karir saya, ini adalah awal dari kesuksesan kami, maga apa
yang kami impikan terjadi amin,…
***********************************************************
Saya kesal sama dia kenapa dia
begini sama saya, saya menaruh harapan besar sama dia, saya pesan buat
teman-teman yang lain jangan menaruh harapan kepada orang kearena belum tetntu
orang itu baik yang kalian kenal, kenapa dia seperti ini, kenapa dia tega,
padahal dia sudahnaku anggap sebagai saudara sendiri, semua orang butuh uang
tapi bukan gini cara nya, apa pun yang terjadi untuk yang satu ini saya tidak
akan terima, tidak akan pernah ridho sampai kapan pun, saya nggak iklas sedikit
pun, saya kesal saya nggak nyangka sama dia, kenapa orang yang saya kenal di
gitu sama diadipisah kan untuk saya berjuang bersama-sama, semua nya butuh
rekan bisnis tapi nggak gini cara nya, aku nggak iklas, nggak ridho kalau orang
yang saya kenal di pisah kan sama saya, sumpah demi allah saya nggak iklas
sampai kapan pun.
Orang yang saya anggap malaikat
berwujud manusia ternyata bukan malaikat yang menolong aku dengan yang saya
impikan, ternyata harapan saya hilang seketika saya tau kalau ternyata dia
mempunyai rencana sendiri,saya nggak semangat lagi berjuang disini dikarna kan
ulah dia, kesal rasa nya, licik bangat cara nya melakukan aku seperti ini,
kenapa orang yang selalu saya anggap baik, berhati malaikat membuat saya
seperti ini, apa salah saya, aku nggak iklas kalau orang yang saya kenal di
pisah kan sama saya, sampai kapan pun saya nggak akan iklas, kesal sekali saya
sam dia, bahkan dia berlaga gimana, padahal saya udah anggap dia sebagai
saudara saya sendiri, sekarang setalah saya cerita apa saya keluh kan selama
ini dia malah balik menyalah saya, sumpah demi allah saya tidak nyangka sama
sekali sama dia.
Kini dia sitiap melihat saya dia pun selalu menghindar,, aku slalu bertanya dalam hati ku apa sebanar nya salah terbesar saya,, saya pun bingung sekarang,, selain masalah bisnis nggak ada masalah yang lain,, seandai nya saya bisa memutar kembali waktu saya tidak ingin bergabung berbisnis,, kadang saya slalu ingat masa-masa perjuangan saya sama dia,, di mana kami slalu berjanda,, tertawa,, bahkan sedih pun telah kami halami bersama,, kini cuma tinggal kenangan yang tak bisa terlupakan,, kadang saya bingung mau menyelaskan tentang persahabatan kami sama orang yang kenal sama kami,, apa yang seharus nya aku lakukan,, bingung sebenar bingung,, mau cerita sma teman-teman takut ntar jadi masalah,, tidak tau juga masalah nya,, apa yang seharus nya aku buat....-
Kini dia sitiap melihat saya dia pun selalu menghindar,, aku slalu bertanya dalam hati ku apa sebanar nya salah terbesar saya,, saya pun bingung sekarang,, selain masalah bisnis nggak ada masalah yang lain,, seandai nya saya bisa memutar kembali waktu saya tidak ingin bergabung berbisnis,, kadang saya slalu ingat masa-masa perjuangan saya sama dia,, di mana kami slalu berjanda,, tertawa,, bahkan sedih pun telah kami halami bersama,, kini cuma tinggal kenangan yang tak bisa terlupakan,, kadang saya bingung mau menyelaskan tentang persahabatan kami sama orang yang kenal sama kami,, apa yang seharus nya aku lakukan,, bingung sebenar bingung,, mau cerita sma teman-teman takut ntar jadi masalah,, tidak tau juga masalah nya,, apa yang seharus nya aku buat....-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar